Poltekkes Kemenkes Aceh Mengirim Utusan Untuk Mengikuti Munas dan Seminar Nasional FKP2TN di Unsyiah

Poltekkes Kemenkes Aceh Mengirim Utusan Untuk Mengikuti Munas dan Seminar Nasional FKP2TN di Unsyiah

Banda Aceh | Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung FKIP Unsyiah Banda Aceh yang di gelar dari tanggal 2 sampai 3 Agustus 2017 tersebut dihadiri oleh Ratusan pengelola perpustakaan dari seluruh Indonesia. Kegiatan Musyawarah dan Seminar Forum Kerjasama Perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri (FKP2TN) mengusung tema, “Kepemimpinan Untuk Masa Depan Perpustakaan; Peluang dan Tantangan”. Dengan Keynote Speakers terdiri dari tiga orang yaitu Drs. Muhammad Syarif Bando, MM (Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia), Prof. Dr. Paulina Pannen, MLS (Staff Ahli MENRISTEK DIKTI Bidang Akademik), Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd (Kepala Perpustakan Universitas Malang).

Dalam kesempatan ini Unit Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Aceh diwakili oleh Cut Ratna Dewi, S.Sos, (Ka. Unit Perpustakaan) dan Nasrijal, S.IP (Staf Bagian Sirkulasi dan Internet), juga Fedri Hidayat, S.IP. (Ka. Sub Unit Perpustakaan Keperawatan) Poltekkes Kemenkes Aceh.

Kepala Perpustakaan Unsyiah yang juga sebagai ketua panitia pelaksana, dalam hal ini menyampaikan kepada seluruh peserta yang hadir untuk bersinergi dalam menjalin kerjasama di berbagai bidang untuk menyongsong masa depan perpustakaan. Hal ini tidak dibatasi yang sudah menjadi anggota FKP2TN ataupun yang belum menjadi anggota.

Ketua FKP2TN memberikan apresiasi kepada para pencetus atas berdirinya lembaga FKP2TN tersebut yang mulai berdiri dari tahun 1992 dengan hanya beranggotakan 5 perguruan tinggi, dan untuk munas kali ini dengan jumlah peserta sebanyak 86 Perguruan Tinggi Negeri dan akan terus bertambah untuk ke depannya. Dia juga mengharapkan dengan adanya FKP2TN tersebut bisa menjadi wadah dalam mengembangkan mutu pendidikan bagi civitas akademik, institusi, dan kemajuan perpustakaan. Diakhir sambutannya belaiu berpesan, “tanpa kerjasama tidak bisa mencapai tujuan dan cita-cita, penguatan lembaga (Perpustakaan) harus dilakukan dengan kerjasama”.

Perwakilan dari Perpusnas, dalam sambutannya juga memberikan evaluasi mendalam tentang ketersediaan perpustakaan di Indonesia yang menempati rangking 38 di dunia di atas Singapura. Namun masih terkendala di Dana, Ketersedian Koleksi, SDM, pengembangan layanan, Jejaring, dan beberapa hal lain. Kendala ini harus di kedepankan agar terlepas dari belenggu tersebut sehingga menjadikan perpustakaan sebagai tempat Edukasi, penyedia Media, dan Peralatan penunjang kelangsungan perpustakaan.

Rektor Universitas Syiah Kuala Samsul Rizal, M.Eng, dalam sambutannya juga berpesan untuk meningkatkan kerjasama dengan berbagai stake holder dari berbagai aspek sehingga akan menjadikan perpustakaan sebagai tujuan utama dalam mengakses informasi guna keperluan pendidikan dan riset. (NAS/FH)

673 Total Views 1 Views Today
Share